Kamis, 10 Juni 2010

PROSPEK PROPERTI JOGJA TAHUN 2010 Antara Kebutuhan & Investasi….


Nama Yogyakarta, sebagai “ikon”
Yogyakarta dengan ikon “kota pelajar” tetap menjadikan daya tarik utama dari penjualan produk-produk properti pada tahun 2010 di daerah ini. Perkembangan properti baik di kawasan di sekitar kampus maupun daerah yang memiliki jarak tidak terlalu dekat tetapi memiliki akses yang relatif, atau bisa dikatakan sangat mudah untuk menuju institusi-institusi pendidikan pilihan, menjadikan produk-produk tersebut menjadi incaran para pencari rumah di wilayah yang juga terkenal sebagai “kota wisata” ini. Daya tarik lainnya adalah aksesibilitas yang sangat mudah menuju fasilitas-fasilitas umum untuk pemenuhan kebutuhan hidup seperti belanja, kuliner, maupun wisata dan hiburan. Hal tersebut di ungkapkan oleh Arno Swandono, Marketing Manager dari PT. Merapi Arsitagraha yang sedang mengembangkan kawasan utara Jogja ini mengungkapkan bahwa pemilihan lokasi yang memiliki aksesibilitas mudah untuk menjangkau semua kebutuhan merupakan langkah awal dari suatu investasi. Lokasi yang dikembangkannya saat ini memiliki dua alternatif menuju dua kampus yang cukup ternama di wilayah Yogyakarta yaitu UGM dan UII, selain itu juga dekat dengan berbagai fasilitas seperti fasilitas olah raga, belanja, maupun kuliner dan wisata. Produk Perumahan kami tersebar diseluruh yogyakarta.

Strategi Pemasaran
Bila melihat potensi pasar dari pembeli yang berminat merupakan orang-orang luar jogja, maka mau tidak mau strategi pemasaran produk perumahan harus mampu menjangkau wilayah mereka. Penggunaan fasilitas teknologi seperti internet diakui oleh Arno merupakan strategi yang sangat efektif untuk mengenalkan dan memasarkan produk mereka hingga ke luar daerah. Selain itu penggunaan media internet juga memiliki beberapa keunggulan, selain daya jangkau wilayah yang sangat luas, akses informasi tidak terbatas oleh waktu serta update informasi yang sangat cepat dan dinamis dapat diakomodasi oleh media ini. Namun media-media iklan konvensional seperti baliho, iklan di Koran dan kegiatan pameran-pameran juga tidak kalah penting untuk mendongkrak penjualan dari suatu produk perumahan. Tantangannya adalah pembeli semakin jeli dalam memilih produk yang sesuai dengan keinginan mereka, baik dari segi lokasi, spesifikasi bangunan, konsep bangunan, serta pemenuhan rasa aman dari investasi mereka. Karena tidak sedikit orang yang membeli tidak hanya untuk ditinggali sendiri tetapi merupakan investasi bagi masa depan mereka.

Konsep Bangunan dan Isu Lingkungan
Pada tahun 2010, konsep bangunan yang berkembang masih dengan konsep modern minimalis. Konsep yang diterapkan dengan konsep minimalis disini bukan dilihat dari sisi kemudahan dalam pengerjaan, tapi optimalisasi penggunaan ruangan dengan tingkat pengerjaan detil yang sangat teliti. Sebagai contoh ; permainan bidang garis yang tegas sebagai ciri minimalis sangat membutuhkan tingkat ketelitian yang sangat tinggi. Konsep ini memiliki beberapa keunggulan seperti mudah dalam perawatan dan simpel. Selain itu konsep green design yang dicanangkan oleh pemerintah juga menuntut penyesuaian desain arsitek rumah yang mampu mengakomodasi perubahan iklim ramah lingkungan serta hemat energi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar